Bulan ini raisa udah masuk 18 bulan, udah tambah pinter dan lucu, jadi suka niru apa aja yang kita kerjain, ato yang kita omongi, raisa juga lebih posessive terhadap barangnya, jangankan barang miliknya milik orang lain aja raisa mau, dasar raisa.
Waktu liburan natal kita pulang ke jomabang, ketemu dek firza, mas gudfan, embah, mbak nely, dll.
Raisa jadi agak galak, dek firza dijahati ampe nangis, aduh raisa...kenapa jadi nakal gitu ya....???
Karena mas gudfan sering nangis ama raisa suka diikuti, padahal lho raisa kalo di rumah juga suka nangis kalo di tinggal bunda bentar aja raisa nangis.
Sekarang kalo dipakein bandana udah bisa bilang "cantik".Tapi baru dipake 5 mnt udah dilepas lg ama raisa.udah ga cantik lagi dong.
seharian di jombang raisa main terus, jalan kesana kemari sampe bunda capek raisa ga mau tidur siang lagi...
Ama embah raisa di kasih sendal baru lagi, raisa suka karena mirip sendalnya yang di surabaya.
malamnya kita di traktir bu nanik makan di dewi khayangan, raisa minum jus alpukat ayah, terus nyolek sambel ikan bakar, naik ke atas meja, jalan-jalan muter meja.
Pulangnya kita mampir ke keraton, Raisa ama dek firza naik kuda mainan.
dek firza ampe ga mau turun.
Dan waktu pulang karena udah capek raisa tidur deh di sepanjang perjalanan pulang...
Kapan-kapan raisa main lagi, Tahun depan..........
Dua hari ini raisa agak batuk, tapi masih bisa main dan tidak begitu terlihat karena raisa ga rewel dan tetap aktif. Tapi sore kemarin raisa mulai panas dan puncaknya pagi tadi raisa demam tinggi dan ga begitu bersemangat jadilah raisa ke dokter ama ayah dan bunda.
Karena masih pagi dan beberapa kali kalau raisa sakit selalu dibawa ke klinik, maka pagi tadi raisa juga ke klinik yang biasa.
Tapi di luar dugaan dokter yang biasa tidak ada, yang ada dokter baru karena biasanya pelayanannya baik bunda dan ayah ga nyangka kalo dokter yang ini berbeda dengan dokter yang biasa.
Begitu masuk ruang pemeriksaaan raisa bunda baringkan untuk diperiksa, tapi diluar dugaan juga ternyata dokter cuma periksa dengan sangat tidak memuaskan sama sekali, cuma tempel diatas baju tanpa periksa mulut, dan suhu.
dokter cuma tanya usia dan berat badan, padahal kalau dokter yang biasa dokternya pasti periksa secara menyeluruh. apa ada radang di tenggorokan ato tidak, ada sariawan ato tidak, apa muntah, diare dll.
Dasar dokter ga jelas, cuma ga sampe lima menit udah. kasih resep.
dan lebih mengejutkan obatnya sangat biasa bisa di beli di apotik dengan harga Rp. 3,500,-, dan petunjuk di kemsan itu untuk anak usia 6-12 thn dan dewasa. Dasar dokter komersil kita dicharge biaya dokter Rp.20,000,- dan obat Rp.25,000,- total Rp.45,000,-, padahal kalo kita beli obatnya ga sampe Rp.10,000,- . Sebenarnya bunda sih ga masalah dengan charge biayanya tapi pelayanannya itu yang ga bernilai samasekali.
Jauh lebih memuaskan layanan bidan di kampung ato puskesmas desa, dimana mereka memiliki dedikasi yang tinggi untuk dapat memberikan pelayanan dan niat tulus untuk pasien.
Kita cuma bisa berdoa kalo raisa cepat sembuh dan berharap tidak menemukan dokter yang seperti itu lagi. bunda percaya dari 10 dokter yang ada di Indonesia masih ada 2 yang baik dan memiliki dedikasi yang tinggi tentang melayani dengan sepenuh hati untuk kesehatan dan keselamatan.
Karena saat ini dunia kesehatan sungguh sudah tidak dipercaya lagi, dokter komersil, pelayanan yang tidak memuaskan, ditambah lagi tidak ada rasa tanggungjawab. Kita berharap bisa mendapatkan layanan yang menyenangkan seperti ketika kita ke bank, Kita mendapatkan layanan yang menyenangkan cs yang ramah dan baik, teller yang sabar apapun kondisi kita.
Semoga dikemudian hari kita mendapatkan layanan yang memuaskan dibidang kesehatan apapun bentuknya. Baik itu rumah sakit, klinik, puskesmas ato cuma dokter ato bidan prakte.
Dan yang lebih penting berusaha agar tidak sakit jaga kesehatan dan bergaya hidup sehat. Biar ga ke dokter.
Masa iya kita mau ke dukun kaya dulu lagi, Lagian emang masih ada dukun-dukun yang dulu.?????
Sehat...sehat....sehat....
Karena masih pagi dan beberapa kali kalau raisa sakit selalu dibawa ke klinik, maka pagi tadi raisa juga ke klinik yang biasa.
Tapi di luar dugaan dokter yang biasa tidak ada, yang ada dokter baru karena biasanya pelayanannya baik bunda dan ayah ga nyangka kalo dokter yang ini berbeda dengan dokter yang biasa.
Begitu masuk ruang pemeriksaaan raisa bunda baringkan untuk diperiksa, tapi diluar dugaan juga ternyata dokter cuma periksa dengan sangat tidak memuaskan sama sekali, cuma tempel diatas baju tanpa periksa mulut, dan suhu.
dokter cuma tanya usia dan berat badan, padahal kalau dokter yang biasa dokternya pasti periksa secara menyeluruh. apa ada radang di tenggorokan ato tidak, ada sariawan ato tidak, apa muntah, diare dll.
Dasar dokter ga jelas, cuma ga sampe lima menit udah. kasih resep.
dan lebih mengejutkan obatnya sangat biasa bisa di beli di apotik dengan harga Rp. 3,500,-, dan petunjuk di kemsan itu untuk anak usia 6-12 thn dan dewasa. Dasar dokter komersil kita dicharge biaya dokter Rp.20,000,- dan obat Rp.25,000,- total Rp.45,000,-, padahal kalo kita beli obatnya ga sampe Rp.10,000,- . Sebenarnya bunda sih ga masalah dengan charge biayanya tapi pelayanannya itu yang ga bernilai samasekali.
Jauh lebih memuaskan layanan bidan di kampung ato puskesmas desa, dimana mereka memiliki dedikasi yang tinggi untuk dapat memberikan pelayanan dan niat tulus untuk pasien.
Kita cuma bisa berdoa kalo raisa cepat sembuh dan berharap tidak menemukan dokter yang seperti itu lagi. bunda percaya dari 10 dokter yang ada di Indonesia masih ada 2 yang baik dan memiliki dedikasi yang tinggi tentang melayani dengan sepenuh hati untuk kesehatan dan keselamatan.
Karena saat ini dunia kesehatan sungguh sudah tidak dipercaya lagi, dokter komersil, pelayanan yang tidak memuaskan, ditambah lagi tidak ada rasa tanggungjawab. Kita berharap bisa mendapatkan layanan yang menyenangkan seperti ketika kita ke bank, Kita mendapatkan layanan yang menyenangkan cs yang ramah dan baik, teller yang sabar apapun kondisi kita.
Semoga dikemudian hari kita mendapatkan layanan yang memuaskan dibidang kesehatan apapun bentuknya. Baik itu rumah sakit, klinik, puskesmas ato cuma dokter ato bidan prakte.
Dan yang lebih penting berusaha agar tidak sakit jaga kesehatan dan bergaya hidup sehat. Biar ga ke dokter.
Masa iya kita mau ke dukun kaya dulu lagi, Lagian emang masih ada dukun-dukun yang dulu.?????
Sehat...sehat....sehat....
Langganan:
Komentar (Atom)

- Twitternya Ayah!
- "FB-ku!
- RSS
Contact